Jumat, 25 Januari 2013

Makanan Berjamur Belum Tentu Harus Dibuang

Ketika makanan di dapur ada yang kedaluwarsa, saya dan suami sering berdebat apakah makanan itu harus dibuang makanan itu atau tidak.

Karena dia sudah bertualang ke seluruh dunia dan mencoba banyak makanan aneh, dia berpikir seberapa bahaya sih jamur di makanan? "Potong saja bagian jamurnya," katanya.

Saya, di sisi lain, bekerja di bagian layanan makanan rumah sakit. Sebelum jadi ahli gizi, saya pun sempat mengikuti kursus keamanan pangan dan mikrobiologi makanan. Jadi kalau makanan berjamur? Langsung buang!

Ternyata pendapat kami sama-sama benar. Menurut USDA, beberapa makanan bisa dimakan meski sudah berjamur, sementara beberapa jenis lain harus dibuang.


Di bawah ini adalah 4 makanan berjamur yang bisa Anda konsumsi (tapi jika sudah berjamur seluruhnya, buang saja):

1. Daging salami yang keras dan daging ham. Ternyata normal kalau kedua produk itu memiliki permukaan berjamur. Saran USDA adalah hilangkan saja jamurnya.

2. Keju keras dibuat tanpa jamur. Untuk keju yang tidak menggunakan jamur dalam proses pembuatannya, pada dasarnya jamur tidak bisa tumbuh. Untuk keju keras, seperti Asiago, Pecorino, Parmesan dan Cheddar, potong 1 inci (2,54 sentimeter) di sekitar dan di bawah area berjamur (untuk mencegah kontaminasi, jangan menyentuh jamur dengan pisau yang Anda gunakan).

3. Keju yang dibuat dengan jamur. Jenis keju ini, seperti Gorgonzola dan Stilton, memiliki permukaan berjamur, Anda bisa mengonsumsinya jika setidaknya memotong 1 inci di sekitar area berjamur.

4. Buah dan sayur yang keras. Kata kunci di sini adalah keras (contoh: kubis, paprika, wortel, dst). Seperti keju keras yang dibuat tanpa jamur, buah dan sayur yang keras juga tidak mudah ditumbuhi jamur. Hal yang sama juga berlaku untuk sayur dan buah jenis ini: potong seinci di sekitar dan di bawah area berjamur (ingat, jangan menyentuh jamur dengan pisau) sebelum memakannya.


Makanan yang harus langsung dibuang saat berjamur:

1. Yoghurt dan krim asam. Jenis makanan ini memiliki kadar kelembapan tinggi dan bisa terkontaminasi dengan jamur yang susah dilihat, tipis dan tertanam di dalam makanan.

2. Beberapa jenis keju. Keju yang dibuat dengan jamur dan tidak terlalu keras seperti Brie, Camembert dan beberapa jenis keju biru, harus segera dibuang. Keju lunak, seperti Cottage dan keju krim, Neufchatel, chevre (yang dibuat dari susu kambing), dst, juga harus segera dibuang bila berjamur. Semua tipe keju yang sudah hancur dan dipotong juga harus segera dibuang.

3. Selai dan jeli. Menurut USDA, jamur di selai dan jeli bisa memproduksi mikotoksin (zat beracun yang bisa membuat Anda sakit) dan harus segera dibuang.

4. Buah dan sayur lunak. Sebagaimana yoghurt dan krim asam, buah dan sayur lunak (mentimun, tomat, persik, dst) kemungkinan memiliki jamur di bawah permukaannya. Karena jamur menyebar lebih cepat di buah dan sayur, periksa juga makanan di sekitar sayuran dan buah-buahan tersebut.

5. Roti dan produk kue lain. Semuanya adalah tipe makanan berpori, jadi jamur bisa tumbuh di bawah permukaannya.

6. Selai kacang, kacang polong dan kacang-kacangan. Karena jenis makanan ini diproses tanpa pengawet, mereka memiliki risiko berjamur yang cukup tinggi, menurut USDA.

7. Daging, bacon atau hot dog. Jika jenis makanan ini, yang memiliki tingkat kelembapan tinggi seperti yoghurt dan krim asam, sudah berjamur, Anda harus segera membuangnya karena kemungkinan besar jamur juga tumbuh di dalamnya.

8. Sisa makanan yang dipanaskan. USDA menyarankan untuk membuang sisa makanan berbahan daging dan unggas yang dipanaskan. Makanan dari gandum dan pasta yang sudah berjamur juga lebih baik dibuang. Semuanya memiliki tingkat kelembapan yang tinggi dan kemungkinan besar jamur juga tumbuh di dalam makanan.

10 Bahan Makanan yang Dilarang

Pada 1 Juli foie gras (makanan yang terbuat dari hati angsa) akan dilarang di California. Namun, Foie bukan satu-satunya makanan yang melanggar hukum.

Sirip hiu
Ini larangan yang masuk akal. California baru-baru ini mengesahkan sebuah UU yang melarang kepemilikan, penjualan, atau perdagangan sirip hiu. Sementara itu, Uni Eropa, Kanada, Brasil, dan Afrika Selatan juga memiliki undang-undang tentang sirip hiu.

"Pembunuhan hiu untuk diambil siripnya adalah sebuah praktik yang sangat kejam," menurut profesor Duncan, seorang ahli perlindungan hewan dari departemen  Keilmuan Hewan dan Unggas University of Guelph di Ontario.
    
Ketika hiu tertangkap, siripnya dipotong, dan hiu-hiu itu dilempar kembali ke lautan. Hal itu lebih tercela karena sirip hiu tidak memiliki khasiat khusus, sirip hiu itu hanya sekadar tulang rawan.

Saus tomat
Ketika HJ Heinz menciptakan saus pertamanya pada 1876 dengan merebus tomat dan menambahkan gula dan cuka, kita sangat yakin dia tidak pernah membayangkan bahwa produknya itu akhirnya dilarang di Prancis.

Sebenarnya, larangan itu hanya diberlakukan di sekolah-sekolah, dan anak-anak masih diperbolehkan mengonsumsi saus tomat tersebut sekali dalam sepekan, tapi hanya dengan kentang goreng.

Larangan itu diterapkan untuk menjaga kelestarian makanan tradisional Prancis." Kami harus memastikan bahwa anak-anak terbiasa dengan resep masakan Prancis sehingga mereka bisa menurunkan resep masakan itu kepada generasi selanjutnya," ungkap Christoper Hebert, pemilik National Association of Directors of Collective Restaurants.

Ikan puffer Jepang (ikan berduri)
"Ikan puffer Jepang adalah salah satu hidangan tradisional Jepang paling terkenal," kata Profesor Charles Brennen, seorang profesor dalam bidang nutrisi dan kimia makanan di Lincoln University Selandia Baru.

"Ketenaran ikan ini berasal dari racun tetrodotocin yang ditemukan dalam hati, indung telur, dan kulit ikan itu.”

Penjualan dan konsumsi ikan Puffer Jepang, atau Fugu dilarang di Uni Eropa dan penangkapan serta penjualan ikan puffer dilarang di Vietnam antara tahun 2002 sampai 2010 setelah serangkaian kejadian keracunan yang fatal.

Hanya restoran dengan izin khusus yang dapat menyajikan ikan ini, dan koki harus memiliki memiliki pengalaman 2-3 tahun. Tidak mudah untuk menjadi ahli dalam hal ini, pengalaman hanya berperan 35 persen dalam tingkat kesuksesan mengolahnya.

Daging kuda
Konsumsi daging kuda pertama dilarang pada tahun 732 ketika kemudian larangan dari gereja diterapkan di seluruh Eropa, yang diikuti oleh Islandia yang melarang pada tahun 1000.

Dalam beberapa tahun terakhir, penyembelihan daging kuda dilarang di Amerika Serikat selama lima tahun, namun Obama mencabut larangan ini pada 2011.

Hingga saat ini, orang Italia dan Prancis sangat menyukai daging kuda. Untuk memenuhi permintaan daging kuda yang tinggi di Italia, sekitar 20.000 kuda diimpor dari Eropa Timur setiap tahun, sementara kecintaan warga Prancis pada daging kuda sudah ada selama sekitar 100 tahun lebih. Sebuah rekor ditorehkan pada 1911 ketika 62.000 kuda disembelih untuk dikonsumsi dagingnya.

Susu mentah
Ya, susu, minuman yang kita tuang ke dalam sereal dan dicampurkan ke dalam kopi kita setiap pagi, dilarang di sebagian tempat, termasuk 22 negara bagian Amerika dan seluruh wilayah Kanada. Namun, larangan hanya diterapkan pada susu yang tidak dipasteurisasi — yang ditujukan untuk melindungi para konsumen dari bakteri yang ditemukan di susu mentah.

Para kritikus bependapat bahwa susu mentah mengandung enzim-enzim menguntungkan yang dirusak oleh proses pasteurisasi. Mereka juga meminta standar yang lebih tinggi yang berhubungan dengan sanitasi peternakan dan berarti bahwa sudah saatnya undang-undang ini dicabut.

"Pasteurisasi memang mengendalikan sebagian besar patogen jika digunakan secara tepat." menurut Profesor Brennan." Akan tetapi itu juga berdampak pada mikroba menguntungkan yang terkandung di dalam susu.

Keju belatung

Anda mungkin mungkin ingin menghindari makanan ini. Casu Marzu, yang berarti keju yang sudah membusuk dalam bahasa Sardinia, adalah sebuah keju berair putih yang dibuat dengan menyuntikkan keju Pecarino Sardo dengan larva pemakan keju yang kemudian menetas menjadi cacing, yang panjangnya setengah inci.

Tradisi mengajarkan bahwa keju harus dimakan dengan cacing yang masih berada di dalamnya. Namun, larangan diberlakukan oleh UE karena larva tersebut, Piophila Casei, tahan terhadap asam lambung dan dapat menyebabkan luka lambung.

Meski demikian, penggemar keju tidak mengindahkan larangan tersebut dengan memasukkan keju sebagai bahan makanan tradisional, yang berarti bebas dari larangan UE.

Burung ortolan
Di Prancis, perburuan dan penjualan jenis burung kecil asal Prancis ini dianggap ilegal. Pemilik restoran akan mendapatkan denda jika menyajikan menu ini, meskipun burung ini masih sering dijual secara ilegal ke restoran dengan harga sekitar 150 pound (sekitar Rp1,7 juta) per ekor.

Mereka yang memakan memakan burung itu secara tradisional menempatkan sebuah serbet di atas kepalanya, sebagian karena proses memakan burung ortolan itu berantakan (semua bagian burung dapat dikonsumsi – mulai dari paruh, tulang, dan semuanya) dan sebagian karena tradisi mengajarkan bahwa mereka yang mengonsumsi burung ortolan harus "menyembunyikan kerakusan mereka dari Tuhan".

Tumbuhan stevia
Siapapun mengungkapkan "makan sayuran Anda," pasti tidak pernah mendengar stevia — sebuah tumbuhan yang masih berhubungan dengan keluarga bunga matahari dan diambil daunnya, yang bisa digunakan sebagai pemanis.

Namun, pada 1985 sebuah penelitian yang mengaitkan tumbuhan tersebut dengan masalah kesuburan (dan masalah kesehatan yang lain), akhirnya membuat stevia dilarang untuk dikonsumsi.

Pada 2005, Badan Standar Keamanan Makanan India memberlakukan larangan terhadap tumbuhan itu, sementara di Inggris, stevia dilarang sampai November 2011 ketika Komisi Eropa menetapakan tumbuhan itu bisa digunakan sebagai sebuah pemanis.

Ikan merah panggang

Pada awal 1980 an, koki New Orleans, Paul Prudhomme, muncul dengan sebuah resep ikan merah panggang yang terbukti sangat terkenal yang memaksa Departemen Perdagangan Amerika Serikat harus mengambil langkah untuk melindungi jenis ikan tersebut yang tersisa.

Mereka juga menutup tempat penjualan ikan dan memberlakukan undang-undang sementara yang melarang menangkap atau memelihara jenis ikan tersebut.

Sekarang ini, masih ada peraturan ketat di Amerika Serikat tentang larangan penangkapan ikan tersebut, tapi resep Prudhomme tetap menjadi salah satu hidangan paling terkenal di Louisiana.

Haggis (makanan khas Skotlandia)

Haggis dilarang di Amerika Serikat akibat undang-undang yang melarang penggunaaan paru-paru domba dalam produk makanan. Larangan itu menjadi sebuah sumber perselisihan di antara Departemen Urusan Pedesaan Skotlandia dan Departemen Pertanian selama lebih dari 22 tahun.

Meskipun kabar yang beredar pada Januari 2010 bahwa larangan itu akan dicabut, Haggis tetap ilegal di Amerika Serikat, meskipun warga Amerika dapat memuaskan keinginan mereka dengan mengganti dengan makanan yang dikenal dengan Amerikan Haggis, yang tidak mengandung bahan utama aslinya, paru-paru domba. Namun, nilai positifnya, American Haagis disajikan dengan kentang goreng dobel.

Agar Masakan dari Daging Sapi Lebih Nyam..Nyam...

Cara mengolah daging, sangat menentukan kualitas rasa masakan. Ingin tahu bagaimana memasak daging yang tepat? Berikut ini kiat-kiat dari Chef Vindex Tengker tentang cara mengolah daging yang pas:

1. Pilih potongan daging sesuai jenis masakan

Setiap ingin membuat masakan, pilihlah potongan bagian daging sapi yang sesuai. “Misal, untuk membuat steak pilihlah daging bagian tenderloin atau sirloin,” kata chef Vindex. Jika Anda tidak paham mengenai bagian-bagian sapi yang cocok untuk masakan tertentu, bisa bertanya kepada penjual daging. Bisa pula mendapatkan informasi dari internet.

2. Turunkan daging dari freezer ke kulkas

Sebelum dimasak, turunkan daging yang disimpan di freezer ke kulkas. Aturannya adalah, turunkan daging dari freezer ke kulkas selama 12 jam per 1 kilogram daging sebelum dimasak. Tujuannya agar daging bisa mudah dimasak karena sudah tidak beku.
3. Jangan dicuci
Untuk mengempukkan daging yang beku dari freezer, jangan mencuci atau merendam daging sapi dengan air, terlebih dengan air hangat. “Suhu yang salah, seperti air hangat untuk mencuci daging, justru bisa membuat bakteri mengkontaminasi daging,” kata chef Vindex. Selain mudah terkontaminasi bakteri, proses pencucian atau perendaman terhadap daging juga bisa menghilangkan gizi yang terkandung dalam daging sapi.
Sebaiknya, daging dicuci sebelum dimasukkan ke dalam freezer, dengan catatan air harus mengalir. Sebelum disimpan di freezer, sebaiknya daging sudah dipotong kecil-kecil. Pemotongannya pun tidak sembarangan, daging harus dipotong melintang dengan serat daging.
3. Memilih daging giling
Proses mengempukkan daging yang paling mudah adalah dengan menggiling. “Namun hati-hati dengan daging giling, karena daging giling ini rentan terhadap bakteri. Jangan sekali-kali mencuci daging giling, karena bakteri akan cepat mengkontaminasi daging,” kata chef Vindex. Kemudian, jangan biarkan daging giling berada di ruangan terbuka hingga empat jam karena bakteri juga bisa mengkontaminasi.
Daging giling ini selain empuk juga sangat mudah divariasi. Misal untuk membuat sandwich, bola-bola bakso, hingga spageti. Dengan banyaknya variasi makanan yang dibuat, maka anak tidak bosan dan lebih menyukai olahan daging sapi.

4. Membuat beef steak

“Pilihlah daging prime cut, yaitu bagian rib eye, tenderloin, maupun sirloin. Ketiga bagian tersebut merupakan bagian daging terempuk dari sapi, sehingga sangat pas dibuat steak,” kata chef Vindex. Cara membuat steak sangat mudah, cukup garami daging sesaat sebelum dipanggang, kemudian mulai dipanggang setelah daging dilumuri minyak. Namun, proses penggaraman juga tidak boleh terlalu lama, maksimal 30 menit. Karena, jika terlalu lama jus dari daging justru akan keluar.
Perlu diingat, jangan meletakkan daging pada panggangan yang belum panas karena akan membuat daging lengket, tunggulah panggangan benar-benar panas. Lumurilah daging dengan minyak, bukan panggangannya.  Setelah matang, diamkan daging sejenak sebalum akhirnya dipotong dan disajikan.

6. Buat daging tumis
Untuk membuat daging lebih empuk saat ditumis, tambahkan 1/2 sendok teh tepung maizena ke dalam masakan.

12 Bumbu Rahasia Koki yang Dibutuhkan Setiap Dapur

Dale Talde adalah seorang koki yang terkenal suka menggunakan rempah-rempah dan bumbu Asia untuk meracik rasa maksimal dari masakan dalam waktu singkat. Kami bertanya pada Talde dan beberapa koki terbaik lainnya: Apa sih bumbu rahasia mereka? Berikut ini jawabannya.
Saus ikan
Bumbu ala Vietnam ini terbuat dari fermentasi ikan. Tambahkan dua-tiga tetes untuk risotto seafood atau masakan berbahan ikan lainnya untuk meningkatkan cita rasa. Juga bisa untuk sup, saus, tumisan dan saus celupan.
Udang kering
Tambahkan sedikit udang kering dalam hidangan pembuka dan kaldu yang kaya akan karamel. Dale Talde gemar menggunakan udang kering dalam sup dan tumis daging sapi. Dia bilang, campuran rasa ikan asin dengan daging sapi membuat "Surf and Turf" sangat lezat.
Kulit keju Parmesan
Beli keju Parmesan potongan, bukan yang sudah diparut. Menurut Talde, menambahkan sepotong kulit Parmesan untuk sup akan memberikan rasa "wah". Simpan potongan panjang kulit di dalam lemari es.
Pasta tomat
Quinn Hatfield, koki di Los Angeles, yang namanya masuk dalam 10 restoran baru terbaik pada 2010 di Bon Appetit Magazine, mengatakan pasta tomat harus ada di dapur. Anda bisa menggunakan itu untuk membuat saus tomat atau membubuhkannya di ikan sebelum dipanggang sebagai penambah rasa manis.
Yoghurt Yunani
Hatfield juga merekomendasikan menyimpan wadah yoghurt Yunani di dalam kulkas. Dia juga menggunakan yoghurt Yunani untuk "melengkapi marinade, vinaigrette, dan sup — cukup banyak di seluruh makanan," katanya. "Itu menambahkan tekstur dan aroma sedap."
Sherry vinegar
Jesse Schenker, seorang koki di New York, merekomendasikan sherry vinegar untuk menambah rasa lezat sup dan sayuran. Dia juga menawarkan tip ini: "Yang lebih penting, itu bisa digunakan untuk memperbaiki masakan yang terlalu asin atau terlalu manis.
Balsamic vinegar
Dan Silverman, juga koki dari New York, menyukai balsamic vinegar untuk "rasa manis/asam", yang katanya bisa menghidupkan setiap saus daging atau rebus-rebusan. Terutama bagus dengan kacang-kacangan seperti lentil. Dia pikir itu membuat bumbu makanan menjadi sempurna, dan dia juga mengurangi balsamic vinegar untuk saus manis untuk daging manis dan unggas.
Apple cider vinegar
Koki Harrison Keevil dari Virginia menambahkan asam cuka ini untuk melengkapi rasa pahit sayuran seperti sawi dan kol. Sementara itu, James Boyce, koki dari Alabama, menambahkan beberapa tetes untuk mengurangi lemak dan menambahkan cita rasa.
Madu
Sedikit pemanis bisa membuat setiap hidangan dari sayuran yang direbus lebih menarik. Keevil menambahkan sedikit madu untuk melengkapi kelezatan semua hidangannya. Juga bisa untuk aneka sup, semur, dan saus agar mengimbangi rasa asam.
Serbuk sari adas
Sangat serba guna. Bisa untuk campuran bumbu daging, unggas, dan seafood. Serbuk sari adas memiliki catatan kelezatan dari akar manis, madu, kari dan sangat bagus dalam makanan apa pun."
Rempah-rempah
Campuran pala, lada putih, jahe, dan cengkeh adalah bumbu pokok di Perancis dan Timur Tengah. Philippe Bertineau, koki dari New York, mengatakan, "Ini bahan rahasia sederhana yang merupakan bumbu ajaib untuk daging. Bumbu itu memberikan memberikan kejutan dan menarik dari rasa yang keluar di setiap masakan rebus sederhana, sup, dan sup krim."
Garam
Cara paling mudah untuk mendapatkan rasa maksimal dari makanan Anda adalah dengan menambahkan garam secukupnya. Garam adalah unsur penting yang dibutuhkan tubuh. Menambahkan garam dengan perbandingan sekitar satu persen dari jumlah bahan-bahan lain Anda akan memberikan rasa alami.

Tahukah Anda: Ada Lebih dari 8.000 Koloni Bakteri di Kulkas Kita

Jangan dikira di dalam kulkas kuman ikut membeku. Justru di kulkas, beberapa jenis bakteri tumbuh subur. "Salad yang disimpan di kulkas 750 kali berpotensi tercemar bakteri," kata
Paul McDonnell, seorang peneliti.
Ia menyebut, sejumlah bakteri mematikan juga tahan dengan suhu kulkas, seperti E coli dan salmonella. Sedikitnya, 8.000koloni bakteri ada di dalamnya.
Tes yang dilakukan, terdapat sekitar 7.850 unit koloni bakteri (cfu) per cm persegi. Padahal, untuk dikatagorikan sebagai 'bersih dari bakteri', standarnya adalah 0-10 cfu/cm2.
Namun McDonnell menyatakan kulkas tetap penting untuk menjaga makanan tetap aman dikonsumsi dan meminimalkan kemungkinan bakteri dan pertumbuhan jamur yang bisa menyebabkan masalah besar.
"Kinerja kulkas ini terutama penting dalam cuaca hangat, saat suhu lingkungan yang tinggi menyebabkan potensi bakteri untuk berkembang biak menjadi tinggi pula," katanya.
Suhu rendah kulkas, katanya, akan menghambat pertumbuhan bakteri. "Ketika bakteri mendapatkan pijakan dan pembersihan tidak dilakukan mereka akan cenderung untuk memperbanyak selama periode waktu tertentu," katanya.

Doyan Durian, tapi Ingin Aman dari Darah Tinggi? Ini Tipsnya

Anda penyuka buah durian? Hampir setiap orang mengaku sangat menyukai buah berkulit duri tebal tapi berdaging manis dan wangi ini. Tapi ada sebagian orang yang justru menghindarinya, apalagi kalau mereka mempunyai rekod darah tinggi, meskipun sebetulnya sangat menggemari. Mereka khawatir 'mabuk durian'berdampak pada tensi darah mereka. 
Sebenarnya jangan terlalu khawatir jika memakan durian dapat memicu tensi darah. Ada tiga tips, agar aman dari darah tinggi ketika mengkonsumsi durian.
Kepala Seksi Kebun Koleksi, Taman Wisata Mekarsari, Joko Sugono mengungkap ada tiga cara untuk menetralisir dampak dari mengkonsumsi durian.
"Pertama, yang pasti jangan kalap," kata dia saat berbincang dengan Republika.co.id, Rabu (22/2).
Kedua, manfaatkan rongga kulit durian yang terkelupas. Lalu isi rongga itu dengan air. Diamkan air itu beberapa saat. Lalu segerakan diminum. "Jadi, air ini tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan bau durian saja," kata dia.
Ketiga, konsumsi Manggis. "Habis makan durian, lalu konsumsilah Manggis. Kandungan vitaminnya dapat menetralisir," kata dia. penawaran.
"Namun, diantara cara tadi, yang paling bagus itu, ya air dari kulit durian tadi," pungkas dia.

5 Bahan Makanan yang Tidak Dapat Disimpan di Kulkas

Kita pasti berpikir bahwa cara yang tepat untuk menyimpan sayur adalah dengan dimasukkan ke kulkas supaya tetap segar. Namun ternyata tidak semua bahan makanan dapat disimpan di dalam kulkas. Berikut adalah lima jenis contohnya.

Tomat
Ok, secara teknis tomat adalah buah, namun lebih dekat disebut sebagai sayur. Jika kamu pernah menanam tomat, maka kamu akan tahu bahwa tomat suka panas dan benci dingin. Ternyata walaupun setelah dipetik, tomat masih tidak tahan dingin. Kulkas bukanlah tempat yang cocok untuk menyimpan tomat. Tomat yang disimpan dalam kulkas menjadi layu dan meskipun masih bisa dipakai untuk dimasak namun tidak untuk dimakan segar. Simpanlah di meja dapur (namun tidak terkena sinar matahari langsung) dan nikmati saat sudah ranum.

Kemangi
Sama seperti tomat, kemangi juga suka panas, jadi jika disimpan di tempat dingin akan menyebabkan kemangi layu secara dini. Kemangi akan berada dalam kondisi maksimal jika disimpan di atas meja dapur dan dirawat seperti bunga segar. Setangkup kemangi dapat disimpan dalam sebuah cangkir berisi air (ganti airnya setiap sehari atau dua hari sekali) dan jauhkan dari sinar matahari. Bungkus longgar dengan kantong plastik untuk menjaganya tetap lembap (namun pastikan plastik mempunyai lubang untuk jalan masuk udara segar).

Kentang
Kentang baik disimpan pada suhu yang dingin namun bukan suhu dingin yang dapat membuatnya beku. Kentang baik disimpan dalam suhu sekitar 7,2 derajat Celcius, sekitar 10 derajat lebih hangat daripada kulkas pada umumnya. Sebagian besar dari kita tidak memiliki ruang penyimpanan bawah tanah (tempat yang gelap dan bersuhu dingin untuk menyimpan sayuran umbi akar seperti kentang), jadi menyimpan kentang di dalam kantong kertas di tempat dingin (seperti dalam lemari makanan) adalah yang terbaik.

Kenapa kertas? Karena kertas lebih memiliki pori-pori untuk benapas, tidak seperti plastik. Jadi kentang tidak akan membusuk dengan mudah. Dan kenapa bukan kulkas? Menyimpan kentang di dalam kulkas dapat mengubah zat tepungnya menjadi gula dengan mudah, yang dapat memengaruhi rasa, tekstur, dan proses kematangannya.

Bawang
Bawang keluar dari tanah dengan kulit pelindung yang tipis. Untuk membuat dan menjaga lapisan kulit yang tipis, bawang butuh "disembuhkan" dan disimpan di tempat yang kering seperti lemari penyimpan makanan, yang tidak selembap kulkas. Selain itu, kekurangan sirkulasi udara dapat membuat bawang menjadi busuk. Oleh karena itu bawah sebaiknya tidak disimpan di dekat kentang, yang mengeluarkan gas dan kelembapan dan dapat menyebabkan bawang lebih cepat busuk.

Simpanlah bawang di ruangan yang dingin, kering, gelap, dan memiliki ventilasi yang baik. (Cahaya dapat menyebabkan rasa bawang menjadi pahit). Namun tak semua bawang harus diperlakukan sama. Daun bawang dan kucai memiliki kadar air yang tinggi dan lebih mudah rusak, jadi harus disimpan di dalam kulkas.

Avokad
Saat kita membeli avokad yang sekeras batu, jangan simpan avokad itu di dalam kulkas, karena akan memperlambat proses pematangannya. Namun jika kita memiliki avokad yang telah matang dan tidak akan langsung dikonsumsi, simpanlah di dalam kulkas untuk mencegahnya cepat busuk.

Jadi inti dalam penyimpanan avokad adalah, simpan avokad yang belum matang dalam lemari, dan simpan avokad yang telah matang dalam kulkas apabila buah tersebut tak akan dimakan saat itu juga.

Klan Cahaya X Klan Hitam "Part 1"

    Vision Pagi itu tidak terlihat adanya hal-hal aneh yang terjadi. Lisa dan sahabatnya menjalani perkuliahan seperti biasanya. ...