Staf Khusus Presiden bidang Hubungan
Internasional, Teuku Faizasyah, mengatakan pejabat Korea Utara akan
mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat. "Presiden Presidium Majelis
Rakyat Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK), Yang Mulia Kim
Yong-nam, dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Indonesia pada
tanggal 13–16 Mei 2012," kata dia di Jakarta, Senin, 7 Mei 2012.Kim
Yong-nam adalah orang kedua terkuat di Korea Utara setelah Kim Jong-un,
Presiden Korea Utara. Sebagai presiden presidium, dia adalah pemimpin
Korea secara de facto. Adapun Presiden Kim Jong-un adalah pemimpin resmi
negara itu, penerus tahta Kim Jong-il. Kim Jong-un memegang kontrol
penuh atas seluruh negara.
Mantan Menteri Luar Negeri
periode 1983-1998 ini berkunjung untuk memenuhi undangan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono. "(Karena) Indonesia dan Korea Utara memiliki
hubungan bilateral yang baik sejak dibukanya hubungan diplomatik secara
resmi pada tahun 1961," kata dia.
Menteri Koordinator
Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan kunjungan pejabat Korea Utara
termasuk dalam pembahasan rapat pagi (breakfast meeting), Senin pagi, 7
Mei 2012 di Istana.
"Hari ini kami membahas jadwal
kunjungan tamu-tamu negara. Yang akan datang adalah dari Korea Utara,
kemudian nanti juga kunjungan Presiden ke Timor Leste, kemudian ke
Bangkok, kemudian juga ada kunjungan kenegaraan dari Presiden Portugal,"
kata Hatta.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Klan Cahaya X Klan Hitam "Part 1"
Vision Pagi itu tidak terlihat adanya hal-hal aneh yang terjadi. Lisa dan sahabatnya menjalani perkuliahan seperti biasanya. ...
-
Kiprah penembak jitu (penembak runduk/sniper) Nusantara telah dikenal sejak perang Aceh pada abad ke 19. Berkat didikan tentara Jepang yan...
-
Menurut informasi seperti dilansir situs news.mk.co.kr yang berbasis di Korea, Samsung Electronics dilaporkan bakal menyingkap Galaxy Not...
-
Kalau kita lihat secara tinjauan 'sihir', Jepang juga ternyata sarat dengan shaman dan jenis-jenisnya. Nah, yang bakal dibahas sek...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar